Zionis Israil Culik Warga Luwu Diperairan Gaza, Keluarga Minta Negara Beri Perhatian
Makassar — Pasukan Zionis Israel kembali diduga menyandera sejumlah aktivis kemanusiaan yang tengah berada di perairan Gaza dalam perjalanan menuju wilayah tersebut melalui misi kemanusiaan Sumud Global Flotilla.
Salah satu aktivis asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yakni Andi Angga Prasadewa, melalui sebuah video singkat menyampaikan bahwa dirinya bersama rombongan aktivis dan jurnalis asal Indonesia mengalami penahanan oleh pasukan Israel saat menuju Gaza.

Dalam video yang diunggah di media sosial, Angga menyebut dirinya bersama rekan-rekannya telah diculik di tengah perjalanan misi kemanusiaan tersebut.
“Pemirsa, jika Anda melihat video ini berarti saya telah diculik oleh tentara Zionis Israel bersama sejumlah rekan asal Indonesia,” ujarnya singkat dalam video tersebut.
Video itu sontak memicu kepanikan keluarga dan kerabat Angga di Makassar. Dengan wajah penuh kesedihan, ibunda Angga, Sutrawati Kaharuddin, mengaku sudah kehilangan kontak dengan putranya sejak kemarin, senin (18/5/2026). didampingi Lurah Gaddong, Rakhmawaty Mattayang yang masih kerabat dekatnya ia memohon doa dari seluruh masyarakat luas dan berharap kepada pemerintah untuk serius menangani masalah ini.
“Dia pergi untuk membantu orang,” tuturnya lirih.
“Mohon doa semuanya, semoga bisa pulang dengan selamat.”
Andi Angga sendiri merupakan salah satu amil rumah zakat dan sudah seringkali mengikuti misi kemanusiaan sehingga Kembali ditugaskan rumah zakat untuk mengantar bantuan kemanusiaan ke palestina bersama rombongan 27 kapal dalam misi global peace konvoi yang masih merupakan bagian dari global sumud flotilla, organisasi kemanusiaan dunia.
sementara itu, rekan sejawatnya, Sitti Baderiah Nur dari rumah zakat makassar menjelaskan bahwa dari sembilan crew asal Indonesia yang ikut dalam misi tersebut, lima orang kini menjadi tawanan tantara israil dan empat orang lainnya masih berlayar menuju palestina.
lima crew itu salah satunya adalah Andi Angga Prasadewa beserta 4 orang jurnalis dari berbagai media.
Hingga kini, masyarakat berharap Pemerintah Republik Indonesia segera mengambil langkah konkret dan diplomatik untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang dikabarkan ditahan oleh tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusiaan tersebut.















