Perjuangan Naili Trisal Berbuah Manis, Intervensi Strategis Rp23,99 Miliar dari Pusat Untuk Perumda TM Palopo
PALOPO — Transformasi layanan dasar di Kota Palopo memasuki fase akseleratif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, agenda pemenuhan air bersih tidak lagi sekadar wacana pembangunan, melainkan bergerak menuju sistem yang lebih adaptif, presisi, dan berkelanjutan.
Melalui orkestrasi kebijakan lintas level pemerintahan, Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pekerjaan Umum menginisiasi proyek Rehabilitasi Jaringan Air Baku Battang–Bambalu dengan nilai HPS mencapai Rp23.999.835.682,40. Intervensi ini menjadi katalis penting dalam membangun ulang infrastruktur yang telah mengalami degradasi selama lebih dari satu dekade.

Fokus utama proyek mencakup revitalisasi jaringan pipa PVC sepanjang ±3,5 kilometer, sebuah tulang punggung distribusi air baku yang selama 15 tahun terakhir mengalami kebocoran sistemik dan inefisiensi aliran. Dengan pendekatan rehabilitasi berbasis kinerja, proyek ini dirancang untuk meningkatkan reliabilitas jaringan sekaligus menekan kehilangan air (non-revenue water) secara signifikan.
Wali Kota Palopo menegaskan bahwa paradigma pembangunan kini telah bergeser: dari sekadar pembangunan fisik menuju arsitektur pelayanan publik yang cerdas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Air bersih adalah fondasi kehidupan urban yang berdaya. Yang kita bangun hari ini bukan hanya jaringan pipa, tetapi sistem pelayanan yang mampu beradaptasi dengan masa depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari diplomasi pembangunan yang konsisten—mengintegrasikan komunikasi strategis, advokasi kebijakan, serta sinkronisasi program antara daerah dan pusat.
Dalam ekosistem kolaborasi tersebut, dukungan politik anggaran dari H. Andi Iwan Darmawan Aras, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, menjadi faktor akseleratif yang mempercepat realisasi program prioritas ini.
“Sinergi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam menjawab kompleksitas layanan publik. Dukungan ini membuktikan bahwa kolaborasi yang terstruktur mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” lanjut Wali Kota.
Ke depan, rehabilitasi jaringan ini diproyeksikan tidak hanya mengurangi kebocoran dan meningkatkan tekanan distribusi, tetapi juga membuka ruang bagi integrasi sistem pengelolaan air berbasis teknologi—menuju smart water management di Kota Palopo.
Pemerintah Kota Palopo memastikan bahwa implementasi proyek akan dikawal dengan pendekatan good governance: akuntabel, transparan, dan berbasis outcome. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan bahwa investasi publik ini benar-benar terkonversi menjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Palopo kini tidak sekadar membangun infrastruktur—tetapi sedang merancang masa depan layanan air bersih yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.















