Kepsek SMPN 33 Ajak Siswa Makassar Belajar Sejarah Lewat Nobar G30S/PKI
MAKASSAR – Sejarah tidak cukup hanya dibaca dari buku. UPT SPF SMP Negeri 33 Makassar menjadikan kegiatan nonton bareng film tentang peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) sebagai bagian dari pembelajaran untuk memperkuat wawasan sejarah dan kebangsaan siswa, Rabu (30/9/2026).

Seluruh siswa berkumpul di tempat yang telah disiapkan sekolah dan menyaksikan film secara bersama-sama. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda menonton film, tetapi dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang terintegrasi dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN).
Kepala UPT SPF SMP Negeri 33 Makassar, Andi Rahayu Cante, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan membuat siswa lebih memahami sejarah melalui pengalaman belajar yang berbeda.
“Sejarah penting dipelajari agar generasi muda memiliki wawasan dan tidak melupakan perjalanan bangsa. Kami ingin siswa tidak hanya membaca dari buku, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar melalui kegiatan seperti ini,” ujar Andi Rahayu Cante.
Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja tidak berhenti pada aktivitas menonton. Setelah menyaksikan film, siswa diberikan tugas individu berupa menulis dan menjawab soal pada lembar kerja yang telah disiapkan.
Tugas tersebut berkaitan dengan kronologi peristiwa G30S/PKI dan dikerjakan secara individu oleh masing-masing siswa. Setelah selesai, lembar kerja dikumpulkan kepada guru mata pelajaran PKN untuk diperiksa dan diberikan penilaian.
“Jadi kegiatan ini bukan hanya menonton. Setelah menonton, siswa diberikan tugas individu untuk menulis dan menjawab soal terkait kronologi peristiwa yang mereka saksikan. Hasilnya dikumpulkan kepada guru PKN untuk dinilai,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya menerima informasi dari film, tetapi juga dituntut memahami, mengingat, dan menuangkan kembali materi yang telah dipelajari dalam bentuk tugas tertulis.
Sekolah menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu metode pembelajaran agar siswa lebih aktif dalam memahami materi sejarah. Hasil pekerjaan siswa juga menjadi bagian dari proses penilaian dalam pembelajaran PKN.
Kegiatan berlangsung tertib dan diikuti seluruh siswa. Pihak sekolah berharap pembelajaran melalui media film dapat membantu siswa memahami sejarah Indonesia sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.
Bagi SMPN 33 Makassar, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pembelajaran sejarah dapat dilakukan dengan berbagai metode. Bukan sekadar menonton, tetapi siswa menyimak, memahami, mengerjakan tugas, dan hasil belajarnya dinilai.














