Banner

Appi “Undur Diri” Tinggalkan Golkar, Karpet Merah Terbentang Di Partai Demokrat

MAKASSAR – Partai Golkar harus menerima “Kenyataan Pahit” kehilangan salah satu figur pentingnya di Kota Makassar. Munafri Arifuddin alias Appi resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya dari Partai Golkar kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Senin (5/10/2026).

RS Daya MKSR

Langkah Appi ini sekaligus menutup perjalanan politiknya bersama partai berlambang pohon beringin yang telah berlangsung sejak 2020. Penyerahan surat dilakukan langsung Appi kepada IAS di kediaman IAS, kawasan Batu Putih, Makassar.

Kepergian Appi tidak sekadar kehilangan seorang kader. Secara politik, Golkar juga harus menghitung ulang kekuatan organisasinya di Makassar setelah kehilangan figur yang saat ini menjabat Wali Kota Makassar sekaligus memimpin DPD II Golkar Makassar.

Bagi Golkar, kondisi ini dapat dipandang sebagai kerugian politik yang cukup besar, terutama karena Appi memiliki posisi strategis sekaligus pengalaman mengelola mesin partai di tingkat kota.

Di bawah kepemimpinan Appi, Golkar Makassar mampu meningkatkan perolehan kursinya di DPRD Kota Makassar pada Pemilu 2024, dari lima menjadi enam kursi. Capaian tersebut menjadi salah satu catatan politik Appi selama memimpin partai di tingkat kota.

Kini, figur yang sebelumnya menjadi bagian dari mesin politik Golkar itu justru telah memilih keluar.

Keputusan tersebut juga tidak muncul secara tiba-tiba. Dalam beberapa pekan terakhir, nama Appi memang ramai dikaitkan dengan Partai Demokrat. Bahkan Ketua Dewan Pakar DPP Demokrat, Andi Alfian Mallarangeng, secara terbuka mengajak Appi bergabung dan menyebut figur seperti Appi dibutuhkan untuk memperkuat Demokrat di Sulawesi Selatan.

Saat itu Appi masih menyatakan dirinya sebagai kader Golkar dan memilih menunggu proses internal partainya. Namun, perkembangan terbaru akhirnya mengubah peta tersebut.

Dengan diserahkannya surat pengunduran diri kepada IAS, babak baru politik Appi resmi dimulai.

Bagi Golkar Sulsel, pekerjaan rumah berikutnya bukan hanya mencari pengganti Appi di struktur Golkar Makassar. Partai tersebut juga harus menjaga kesinambungan mesin organisasi dan basis politik yang selama ini berkembang di bawah kepemimpinan Appi.

Sementara bagi Appi, keputusan meninggalkan Golkar membuka ruang baru untuk menentukan kendaraan politik berikutnya.

Demokrat menjadi salah satu partai yang paling terbuka menyambut kemungkinan tersebut. Namun, arah akhir perjalanan politik Appi setelah meninggalkan Golkar tetap bergantung pada keputusan dan proses internal yang akan dijalaninya.

Yang pasti, keluarnya Appi membuat peta politik Makassar kembali bergerak. Golkar kehilangan figur kuat yang memegang posisi strategis di pemerintahan kota sekaligus struktur partai, sementara partai lain kini memiliki peluang untuk mendapatkan sosok yang sama.

Bapenda

Dispora MKSR

Dispora MKSR

Pemkot Palopo

Pemkab Luwu

Pemkab Lutra

DPRD Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *