MKSR

Wali Kota Makassar Raih AKI 2026, Bukti Komitmen Merawat Warisan Budaya dan Identitas Kota

JAKARTA — Pemerintah Kota Makassar, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional bertepatan momentum hari Ulang Tahun (HUT) ke-419.

Dispora MKSR

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kota Makassar berhasil meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 kategori Pemerintah Daerah dari Kementerian Kebudayaan, Republik Indonesia.

RS Daya MKSR

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 diselenggarakan di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan diterima oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware Bau Djemma, yang hadir mewakili Wali Kota Munafri Arifuddin.

“Alhamdulillah. Selamat dan sukses untuk Bapak Wali Kota Makassar, Pak Munafri. Kota Makassar meraih Anugerah Kebudayaan Nasional 2026 kategori Pemerintah Daerah,” ujar Andi Patiware usai menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan pemerintah pusat atas komitmen dan upaya Pemerintah Kota Makassar, lewat Dinas Kebudaan (Disbud) dalam menjaga, melestarikan, serta memajukan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Patiware menjelaskan, Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan bentuk apresiasi negara melalui Kementerian Kebudayaan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dalam pemajuan kebudayaan.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan atau festival budaya yang diselenggarakan, tetapi juga mencerminkan keberpihakan pemerintah melalui kebijakan, dukungan anggaran, serta upaya pembangunan kebudayaan.

“Tentu, ada tiga aspek penting yang menjadi perhatian dalam upaya pemajuan kebudayaan di Kota Makassar,” tutur mantan Kadispora Kota Makassar itu.

Dijelaskan, pertama, aspek kebijakan dan regulasi. Makassar telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah serta regulasi terkait cagar budaya.

Selain itu, pemerintah kota juga tengah menyempurnakan zonasi kawasan Kota Tua sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pelestarian warisan sejarah kota.

Kedua, komitmen melalui penganggaran. Pemerintah Kota Makassar terus memberikan dukungan melalui alokasi APBD untuk perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

“Poin ketiga, penguatan Indeks Pembangunan Kebudayaan sebagai instrumen untuk mengukur sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan kebudayaan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Andi Patiware menegaskan, di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, kebudayaan diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian strategis dalam arah pembangunan Kota Makassar.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan identitas, nilai sejarah, tradisi, dan kekayaan budaya lokal tetap terjaga di tengah perkembangan kota yang semakin modern.

Ia juga menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi antara pemerintah, seniman, budayawan, komunitas budaya, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut mengambil bagian dalam menjaga warisan kebudayaan Makassar.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan kemajuan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga identitas, merawat warisan sejarah, serta memajukan kebudayaan yang menjadi jati diri masyarakatnya.

“Dengan Anugerah Kebudayaan Indonesia, tingkat nasional ini, kita memperkuat komitmen menjadikan kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan kota yang inklusif di Makassa,” tutup Patiware. (*)

Bapenda

Dispora MKSR

Dispora MKSR

Pemkot Palopo

Pemkab Luwu

Pemkab Lutra

DPRD Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *