MKSR

Direktur Perumda TM Palopo Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden Demo Mahasiswa, Buka Ruang Mediasi

PALOPO – 06 November 2026 – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku Kota Palopo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, mahasiswa, peserta aksi unjuk rasa, serta keluarga korban dari kedua belah pihak atas insiden yang terjadi saat aksi penyampaian aspirasi di lingkungan perusahaan.

Dispora MKSR

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi Direktur Perumda Tirta Mangkaluku sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan atas peristiwa yang telah menimbulkan keprihatinan serta mengganggu situasi kondusif di lingkungan perusahaan.

RS Daya MKSR

Dalam pernyataan tersebut, Direktur Perumda Tirta Mangkaluku menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

Menurutnya, kritik dan aspirasi masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan perusahaan, sekaligus menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Palopo.

Pihak manajemen juga menegaskan tetap membuka ruang komunikasi dan dialog secara konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat, sepanjang mengedepankan sikap saling menghormati, kesantunan, dan ketertiban.

Terkait insiden yang kini dalam penanganan aparat penegak hukum, Direktur Perumda menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan adil sesuai ketentuan perundang-undangan.

Manajemen juga menegaskan pentingnya menghormati hak seluruh pihak, baik mereka yang merasa dirugikan maupun pihak yang sedang menjalani proses hukum, termasuk hak mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan perlakuan yang adil berdasarkan asas praduga tak bersalah.

Di sisi lain, Direktur Perumda Tirta Mangkaluku menyatakan keterbukaan untuk membangun komunikasi, silaturahmi, dialog, hingga upaya mediasi dengan pihak-pihak terkait.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi jalan penyelesaian secara humanis dan kekeluargaan, tanpa mengesampingkan proses hukum yang sedang berlangsung.

Menurut manajemen, upaya mediasi bukan untuk menghindari pertanggungjawaban hukum, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memulihkan hubungan baik, membangun kembali kepercayaan, serta menjaga nilai-nilai persaudaraan.

Selain menyampaikan permohonan maaf, Perumda Tirta Mangkaluku juga berkomitmen melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut mencakup mekanisme penerimaan aspirasi, pola komunikasi publik, sistem pengamanan lingkungan kerja, serta pembinaan profesionalisme seluruh pegawai.

Pembenahan ini diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan sebagai institusi pelayanan publik.

Di tengah situasi tersebut, manajemen turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Palopo.

Perumda Tirta Mangkaluku memastikan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas utama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara optimal.

Dalam penutup pernyataan sikapnya, Direktur Perumda kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, mahasiswa, peserta aksi, serta keluarga korban dari kedua belah pihak.

Manajemen berharap perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi perselisihan berkepanjangan dan seluruh pihak dapat mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan terhadap hukum, serta semangat kemanusiaan.

Pihak Perumda juga menegaskan bahwa menjaga kehormatan merupakan tanggung jawab bersama, membuka ruang perdamaian adalah wujud kebesaran jiwa, sedangkan pelayanan kepada masyarakat merupakan amanah yang harus tetap dijalankan.

Bapenda

Dispora MKSR

Dispora MKSR

Pemkot Palopo

Pemkab Luwu

Pemkab Lutra

DPRD Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *