Bahasa Daerah Tak Boleh Hilang, Appi Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar
MAKASSAR,4Menit.Com — Komitmen menjaga bahasa daerah kembali ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia meresmikan Program Kamus Masuk Sekolah versi digital Bahasa Makassar di Museum Kota Makassar, bersama Dinas Pendidikan, Balai Bahasa, dan komunitas BasaIbuWiki/Sulsel.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan bahasa daerah tetap hidup di tengah arus digitalisasi dan perkembangan zaman yang begitu cepat.
Menurut Munafri, tantangan pelestarian bahasa ibu kini semakin nyata. Ia melihat kecenderungan generasi muda mulai jarang menggunakan bahasa daerah dalam keseharian, terutama di lingkungan sekolah dan pergaulan.
“Saya melihat tantangan hari ini nyata, anak-anak mulai meninggalkan bahasa ibu. Karena itu, kamus digital ini harus benar-benar digunakan dan dihidupkan dalam proses belajar,” tegasnya.
Program Kamus Masuk Sekolah versi digital ini diharapkan menjadi media pembelajaran interaktif yang mudah diakses siswa. Dengan pendekatan digital, bahasa Makassar tidak hanya diajarkan sebagai muatan lokal, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pembelajaran multibahasa di sekolah.
Munafri menekankan, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas dan cerminan nilai budaya. Di dalam bahasa terkandung filosofi, etika, dan sejarah panjang masyarakat.
“Kita ingin anak-anak Makassar tetap bangga dengan bahasanya, memahami nilai di dalamnya, dan menjaga identitas budaya kita sebagai warisan yang tidak boleh hilang,” ujarnya.
Pemkot Makassar berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan komunitas literasi dapat menghidupkan kembali penggunaan Bahasa Makassar di ruang-ruang pendidikan. Dengan inovasi digital ini, bahasa daerah diharapkan tidak lagi dipandang kuno, melainkan relevan dan adaptif dengan era teknologi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari, sekaligus memastikan generasi muda Makassar tumbuh dengan akar identitas yang kuat di tengah modernitas.














