Uniknya Pesta Rakyat Kelurahan Lariangbangi, UMKM dan Edukasi Pemilahan Sampah Warnai Acara
Makassar – Kelurahan Lariang Bangi, Kecamatan Makassar menggelar pesta rakyat yang unik lain dari biasanya. Tahun ini acara dilaksanakan tanpa panggung besar dan hiburan yang lazim ditemukan dalam perayaan kemerdekaan. Pemerintah kelurahan bersama panitia justru memilih konsep sederhana berupa pesta kuliner yang melibatkan langsung warga dan pelaku UMKM setempat, Jumat (28/8/2026).

Konsep tersebut membuat suasana pesta rakyat terasa lebih dekat. Warga tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari kegiatan. Beragam makanan dan minuman hasil olahan warga disajikan, mulai dari jalangkote, nasi kuning, bakso, mie kering, kebab hingga aneka minuman.
Ketua Panitia Pelaksana, Risdianto Jojo, mengatakan konsep tersebut sengaja dipilih untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, potensi UMKM di Kelurahan Lariangbangi cukup besar dan perlu diberikan ruang untuk berkembang.
“Daripada biaya dimanfaatkan untuk hal lain, kami memilih membuat kegiatan dari kita untuk kita. Potensi UMKM di Lariangbangi sangat besar, sehingga momentum ini kami manfaatkan agar terjadi pergerakan ekonomi bagi warga,” kata Jojo.
Ia menjelaskan, makanan yang disajikan dalam pesta kuliner tersebut berasal dari warga sendiri. Dengan konsep itu, perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Menariknya, pesta rakyat tersebut juga dimanfaatkan pemerintah kelurahan sebagai ruang edukasi lingkungan. Di tengah suasana santai dan kebersamaan warga, disampaikan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah rumah tangga.
Lurah Lariangbangi, Hasmiati, mengatakan momentum berkumpulnya warga menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah.
“Karena warga berkumpul, ini menjadi kesempatan untuk mensosialisasikan pemilahan sampah. Kami berharap literasi masyarakat Lariangbangi terhadap pemilahan sampah rumah tangga semakin meningkat,” ujar Hasmiati.
Sekretaris Camat Makassar, Ismawaty Nur, menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjalankan program kebersihan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Dibutuhkan kekompakan, soliditas dan solidaritas warga bersama pemerintah untuk menyukseskan program pemerintah. Kepedulian terhadap sampah bukan hanya di tempat ini, tetapi sudah menjadi program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Bagi warga, pesta rakyat dengan konsep tersebut justru menghadirkan pengalaman berbeda. Yani, salah seorang warga, mengaku menikmati suasana yang lebih sederhana dan tidak terlalu formal.
“Tetapji ada hiburan. Meski tidak ada panggung, tapi jadi lebih bersahaja. Terasa saling dekat dengan warga lainnya. Bisa makan bersama, ada yang memilih duduk di kursi, ada juga yang lesehan,” katanya.
Yani juga mengapresiasi sajian makanan dan minuman yang disediakan panitia. Menurutnya, suasana makan bersama membuat warga lebih leluasa berinteraksi dan bersilaturahmi.
Selain pesta kuliner, panitia juga menggelar sejumlah lomba dan pertandingan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Hadiah disiapkan bagi para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga.
Pesta rakyat Lariangbangi tahun ini akhirnya bukan sekadar soal kemeriahan. Tanpa panggung besar, warga justru menjadi pusat kegiatan. UMKM mendapat ruang, masyarakat bisa berkumpul, sementara pesan tentang pentingnya memilah sampah disampaikan di tengah suasana kebersamaan.
Sebuah perayaan kemerdekaan yang sederhana, tetapi berusaha menghadirkan manfaat langsung bagi warga.















