Proyek Air Bersih Hyunjin Enterprise Dimulai di Luwu Utara, Pertama di Indonesia
LUWU UTARA — Kabupaten Luwu Utara menjadi lokasi pertama pelaksanaan proyek Hyunjin Enterprise Co., Ltd. di Indonesia melalui pembangunan sistem pemurnian air off-grid untuk penyediaan air minum desa. Proyek tersebut ditandai dengan groundbreaking ceremony yang digelar di pelataran Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (19/9/2026).

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Luwu Utara sebagai lokasi pengembangan sistem air bersih dengan teknologi yang telah diterapkan di Korea Selatan.
“Ini merupakan kebanggaan bagi kita karena Hyunjin Enterprise untuk pertama kalinya melaksanakan proyek ini di Indonesia dan memilih Luwu Utara sebagai lokasi pengembangan sistem air bersih dengan teknologi yang telah diterapkan di Korea,” ujar Andi Rahim.
Menurutnya, Luwu Utara memiliki potensi sumber daya air yang besar. Namun, potensi tersebut perlu dikelola dengan dukungan teknologi agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Hari ini kita mengikuti kegiatan yang sangat penting, yaitu bagaimana memanfaatkan air dengan teknologi yang dikembangkan di Korea,” katanya.
Bupati menjelaskan, sumber air dari Luwu Utara telah melalui pengujian di laboratorium Hyunjin Enterprise di Korea. Hasil pengujian tersebut menjadi dasar untuk menentukan metode pemurnian yang sesuai dengan karakteristik air di Luwu Utara.
“Ini adalah momentum penting bagi kita untuk menghadirkan air yang lebih bersih. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium mereka di Korea, diperlukan proses pemurnian yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi kandungan air di Luwu Utara,” jelasnya.
Proyek ini merupakan bagian dari Program Dukungan Demonstrasi Teknologi Hijau di Luar Negeri Tahun 2026 dari Kementerian Iklim, Energi dan Lingkungan Republik Korea. Sistem yang dibangun mengintegrasikan teknologi pengolahan air, pembangkit listrik tenaga surya, dan Energy Storage System (ESS) untuk mendukung penyediaan air bersih secara mandiri energi.
Andi Rahim berharap proyek tersebut dapat menjadi solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM.
“Ini merupakan kebutuhan yang sangat penting dan mendesak, terutama bagi masyarakat di wilayah yang belum mampu dijangkau oleh layanan PDAM,” tutur Andi Rahim.
Pembangunan proyek dilaksanakan secara bertahap pada 2026 hingga 2027. Selain pembangunan fasilitas pemurnian air, proyek mencakup pemasangan panel surya, ESS, menara air, serta integrasi seluruh sistem. Setelah fasilitas selesai, akan dilakukan uji coba operasi, pelatihan pengoperasian, dan evaluasi kinerja sistem.
Kegiatan groundbreaking turut dihadiri CEO Hyunjin Enterprise, Lim Aruem, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Utara, serta para pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim bersama sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara dan CEO Hyunjin Enterprise, Lim Aruem, sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek tersebut.















