Masuki Triwulan II, Munafri Ultimatum ke SKPD Agar Akselerasi dan Efektivitas Program Prioritas
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran dan pelaksanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat memasuki triwulan II tahun anggaran 2026.
Appi meminta seluruh jajaran pemerintah kota, mulai dari kepala SKPD, camat hingga lurah, Direksi Perusda bergerak lebih progresif melalui aksi nyata di lapangan.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Program/Kegiatan APBD Kota Makassar serta program prioritas daerah hingga triwulan I, yang berlangsung di Ruang Sipakatau, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (16/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Makassar, Sekretaris Daerah Makassar, para kepala dinas, camat, hingga jajaran direksi Perusda.
Dalam arahannya, Munafri mengungkapkan bahwa capaian realisasi anggaran pada triwulan I masih perlu mendapat perhatian serius.
Meski terdapat peningkatan secara year-on-year, angkanya dinilai belum cukup signifikan untuk mencapai target optimal di akhir tahun.
Dimana, year on year (YoY) adalah metode perbandingan data atau kinerja keuangan antara satu periode (bulan/kuartal) dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Secara year-on-year memang ada peningkatan, tapi sangat tipis,” kata orang nomor satu Kota Makassar itu, penuh penekanan.
“Kalau pola ini berjalan normal, kita berpotensi tidak mencapai 90 persen realisasi belanja di akhir tahun. Artinya, harus ada akselerasi di triwulan berikutnya,” tambah Appi.
Munafri juga menyebutkan masih adanya sejumlah SKPD dengan capaian realisasi yang rendah. Oleh sebab itu, ia meminta agar hambatan yang terjadi segera diidentifikasi secara spesifik dan tidak dianggap sebagai kendala teknis biasa.
“Saya lihat masih ada yang jauh di bawah. Ini harus dipastikan kendalanya apa, supaya kita bisa kejar di triwulan berikutnya,” imbuh politisi Golkar itu.
Dalam forum tersebut, Munafri memaparkan sejumlah poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah guna mendorong percepatan kinerja di triwulan berikutnya.
Dia menekankan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD, rencana kerja (Renja), dan penganggaran sebagai fondasi utama dalam mencapai target pembangunan.
“Kita tidak bisa hanya melihat angka. Di awal ini kita harus pastikan keselarasan antara RPJMD, Renja, dan anggaran. Ini basic yang menentukan arah kerja kita sampai akhir tahun,” jelasnya.
Munafri meminta setiap OPD memastikan bahwa seluruh program yang telah direncanakan benar-benar siap untuk dijalankan dan tidak berhenti pada tahap perencanaan semata.
Begitu pun delivery anggaran. Appi menegaskan bahwa proses penyaluran dan pelaksanaan anggaran harus berjalan lancar tanpa hambatan administratif yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program.
“Delivery anggaran harus smooth, jangan sampai kita berhenti hanya karena persoalan teknis di perencanaan,” tegasnya.
Selanjutnya, early outcome atau dampak awal. Munafri menekankan pentingnya mengukur sejauh mana program yang dijalankan sudah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat sejak triwulan pertama.
Wali Kota mengingatkan agar seluruh OPD tidak hanya berfokus pada capaian administratif, tetapi juga memperhatikan bagaimana program tersebut dirasakan oleh masyarakat.
Ditegaskan, hasil evaluasi triwulan I ini akan menjadi dasar untuk langkah percepatan di triwulan berikutnya.
“Kalau dampaknya belum terasa, ini harus kita evaluasi. Jangan sampai program yang kita jalankan justru tidak dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
“Ini harus jadi evaluasi yang kuat. Setelah ini akan kita bahas bersama tim ahli untuk memastikan langkah percepatan bisa berjalan maksimal,” Tutupnya.















