Kepala Sekolah Jadi Inovator, BOSARA UPT SD Inpres Unggulan BTN Pemda Melaju ke IGA Makassar
Makassar – UPT SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Hj. Andi Sukmawati berhasil melakukan submit inovasi Budaya Olah Sampah dan Rapi (BOSARA) dalam ajang Innovative Government Award (IGA) tingkat Kota Makassar, Jumat (15/8/2026).

Proses ini menjadi bukti nyata kerja sama tim yang solid, penuh semangat, dan pantang menyerah dalam menyelesaikan 20 indikator penilaian, meskipun sempat mengalami tiga kali pengembalian untuk dilakukan revisi. Namun, berkat dedikasi dan komitmen bersama, tim akhirnya berhasil menuntaskan seluruh persyaratan untuk turut berkontribusi bagi kemajuan Kota Makassar.
Ketua Tim Inovasi, Muhammad Irham, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah.
“Kerja sama yang terjalin dengan semua guru dan tendik menjadi kunci keberhasilan BOSARA. Semangat kebersamaan ini menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya ide, tetapi juga aksi nyata untuk lingkungan dan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar sekaligus inovator BOSARA, Hj. Andi Sukmawati, menyampaikan bahwa inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap pentingnya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini di lingkungan sekolah.
“BOSARA bukan sekadar sebuah inovasi untuk mengikuti ajang IGA, tetapi merupakan upaya kami membangun budaya sekolah yang peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah. Kami ingin mengajarkan kepada peserta didik bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, dilakukan bersama-sama, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, proses submit BOSARA ke ajang IGA juga menjadi momentum bagi sekolah untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas inovasi.
“Pengalaman melalui proses penilaian dan revisi sebanyak tiga kali justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan menyempurnakan BOSARA. Kami berharap inovasi ini tidak berhenti pada tahap penilaian, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah,” tambah Hj. Andi Sukmawati.
Inovasi BOSARA hadir sebagai terobosan dalam membangun budaya sekolah yang mengelola sampah secara rapi, sehat, dan berkelanjutan. Dengan mengikuti IGA, BOSARA diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain sekaligus memperkuat peran dunia pendidikan dalam mendukung program lingkungan hidup dan mewujudkan Kota Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.















