Kejari dan Pemkab Luwu Utara Percepat Pembentukan ABPEDNAS dan ASLINMAS
LUWU UTARA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Utara bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mendorong percepatan pembentukan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan Asosiasi Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS). Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Penerangan Hukum tentang Peran dan Fungsi ABPEDNAS serta ASLINMAS, sekaligus pendataan dan pendaftaran keanggotaan, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bone-Bone pukul 10.20–13.00 WITA ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kejaksaan, yakni Jaga Desa (Jaksa Garda Desa).
Kasi Intelijen Kejari Luwu Utara, Ridzky Septriananda, menjelaskan bahwa pembentukan kedua asosiasi tersebut bukan untuk mengambil alih kewenangan lembaga yang telah ada, melainkan memperkuat kolaborasi, koordinasi, dan kapasitas aparatur desa serta anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
“Program utama Kejari Luwu Utara di tingkat desa meliputi Jaga Desa, Jaga Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), serta Jaga Program Indonesia Pintar. Karena ABPEDNAS dan ASLINMAS belum terbentuk di Kabupaten Luwu Utara, kami mendorong percepatan melalui koordinasi dengan Dinas PMD, Kesbangpol, Satpol PP, dan instansi terkait,” ujar Ridzky.
Ia menambahkan, proses pembentukan mencakup verifikasi status organisasi, penetapan struktur kepengurusan, fasilitasi administrasi pendaftaran, serta pencatatan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pejabat fungsional Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Utara, Nining, menjelaskan bahwa pendataan anggota ABPEDNAS bertujuan mewujudkan tertib administrasi sekaligus mempermudah komunikasi dan pembinaan hukum bagi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Pendataan menyasar seluruh anggota BPD aktif dan pengurus organisasi yang telah terverifikasi. Pendaftaran mandiri dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://abpednas.id/anggota.
Kasatpol PP dan Damkar Luwu Utara, Ari Setiawan, menekankan pentingnya pembentukan ASLINMAS sebagai wadah koordinasi dan penguatan peran Satlinmas. Saat ini, terdapat 1.457 anggota Satlinmas yang tersebar di 15 kecamatan dan 173 desa/kelurahan di Kabupaten Luwu Utara.
Menurut Ari, peran Satlinmas perlu terus dioptimalkan karena aktivitas pembinaan selama ini dinilai masih terbatas di luar agenda Pemilu dan Pilkada. Keterbatasan sarana operasional juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Melalui ASLINMAS, diharapkan peran Satlinmas dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, membantu penanganan bencana, mendukung upaya pertahanan sesuai kewenangan, serta bersinergi dengan aparat penegak hukum dapat semakin diperkuat. Anggota Satlinmas juga diimbau segera melakukan pendaftaran melalui aplikasi ASLINMAS.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Utara, Ismaruddin, turut meminta 912 anggota BPD dari 166 desa serta seluruh anggota Satlinmas segera menuntaskan pembentukan asosiasi dan melengkapi persyaratan pendaftaran organisasi kemasyarakatan di Kesbangpol Luwu Utara.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama dalam menghadapi persoalan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan judi daring. Menurutnya, kondisi yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor pendukung terwujudnya visi pembangunan Kabupaten Luwu Utara di bawah kepemimpinan Bupati Andi Abdullah Rahim dan Wakil Bupati Jumail Mappile.
“Kami mengimbau masyarakat dan para kontestan Pilkades Serentak di 41 desa yang dijadwalkan pada 25 November 2026 agar bijak dan dewasa dalam berpolitik. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar. Mari bersama-sama menahan diri demi menjaga situasi tetap aman dan damai,” imbau Ismaruddin.
Sosialisasi di Kecamatan Bone-Bone dibuka langsung oleh Camat Bone-Bone, Verawaty Suhadi, dan dihadiri para kepala desa, ketua BPD, serta perwakilan anggota Linmas se-Kecamatan Bone-Bone.
Kegiatan tersebut merupakan hari keempat dari rangkaian safari sosialisasi penerangan hukum di Kabupaten Luwu Utara. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Masamba pada Senin (12/10), Baebunta pada Selasa (13/10), dan Mappedeceng pada Rabu (14/10).
Rangkaian kegiatan di Kecamatan Bone-Bone ditutup secara resmi oleh camat dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta.














