Banner Promo
Bapenda

Cegah Bullying Sejak Dini, SMPN 23 Makassar Andalkan Inovasi Digital Juara 23

MAKASSAR – Upaya mencegah dan menangani perundungan atau bullying di lingkungan sekolah terus dilakukan UPT SPF SMPN 23 Makassar. Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah penerapan inovasi digital “Juara 23”, yang menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan keluhan, persoalan, maupun konflik yang mereka alami di lingkungan sekolah.
Juara 23 merupakan akronim dari “Jadikan Ungkapan Adukan Rasa”. Inovasi ini dirancang agar peserta didik memiliki saluran yang aman dan mudah digunakan ketika menghadapi persoalan, termasuk dugaan bullying, sehingga masalah dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
Melalui sistem digital tersebut, siswa tidak harus menyampaikan persoalan secara terbuka di hadapan teman-temannya. Mereka dapat mengadukan permasalahan yang dialami melalui kanal yang telah disediakan sekolah.
Kehadiran Juara 23 juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang lebih terbuka. Siswa didorong untuk tidak memilih diam ketika mengalami tindakan yang membuat mereka tidak nyaman, tertekan, atau merasa dirugikan.
Kepala UPT SPF SMPN 23 Makassar, Asrah, S.Pd., mengatakan inovasi tersebut dibuat untuk memberikan ruang kepada peserta didik agar berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Menurutnya, pencegahan bullying tidak cukup hanya dilakukan setelah kejadian terjadi. Sekolah perlu membangun sistem yang memungkinkan setiap persoalan diketahui sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Juara 23 menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan. Dengan begitu, sekolah bisa lebih cepat mengetahui persoalan dan mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Dalam penerapannya, setiap laporan yang masuk menjadi bahan bagi pihak sekolah untuk melakukan penelusuran dan penyelesaian secara bijak. Pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata memberikan sanksi, tetapi juga mengedepankan pembinaan, komunikasi dan penyelesaian konflik.
Inovasi ini sekaligus menanamkan pesan kepada siswa bahwa menyampaikan persoalan bukanlah bentuk kelemahan. Sebaliknya, keberanian untuk berbicara dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari bullying.
Hasilnya, sejak penerapan inovasi Juara 23, kasus bullying di SMPN 23 Makassar tercatat nihil. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa upaya pencegahan melalui pendekatan digital dan keterbukaan komunikasi dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan peserta didik di sekolah.
Juara 23 tidak hanya menjadi sebuah inovasi berbasis teknologi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara siswa dan sekolah. Di balik sistem digital tersebut, terdapat pesan sederhana bahwa setiap suara siswa penting untuk didengar dan setiap persoalan layak mendapatkan perhatian.
Dengan terus mengembangkan inovasi tersebut, SMPN 23 Makassar berharap tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Sekolah bebas bullying dimulai dari keberanian untuk mendengar, peduli dan bertindak sejak dini.

Dispora MKSR

Dispora MKSR

Pemkot Palopo

Pemkab Luwu

Pemkab Lutra

DPRD Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *