Waspada El Niño, RSUD Daya Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Panas
MAKASSAR, 24 September 2026 -Fenomena El Niño yang dapat memicu peningkatan suhu udara, kemarau lebih panjang, serta penurunan curah hujan perlu diantisipasi masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

RSUD Daya Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dan perubahan kondisi lingkungan, terutama dengan menjaga kecukupan cairan serta menerapkan pola hidup sehat.
Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi dan heat stroke. Paparan suhu tinggi dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan memunculkan keluhan seperti lemas, pusing, kelelahan, hingga kehilangan kesadaran.
Selain itu, meningkatnya debu dan polusi udara selama kondisi kering juga dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada masyarakat yang memiliki asma, alergi, maupun penyakit pernapasan lainnya.
Perubahan cuaca dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi risiko penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan chikungunya. Karena itu, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangnya tempat perkembangbiakan nyamuk.
Ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian. Kemarau panjang berpotensi menyebabkan keterbatasan air sehingga masyarakat perlu memastikan air yang digunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari tetap bersih dan aman. Kebersihan makanan dan minuman juga harus diperhatikan untuk mencegah penyakit infeksi saluran pencernaan, termasuk diare.
Di sisi lain, perubahan kondisi cuaca dan lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Suhu panas dan gangguan aktivitas sehari-hari dapat memicu stres, kecemasan, hingga gangguan tidur pada sebagian orang.
Untuk menjaga kesehatan selama kondisi cuaca panas, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di bawah paparan sinar matahari langsung, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Penggunaan masker juga dapat dipertimbangkan ketika kualitas udara memburuk atau konsentrasi debu dan polusi meningkat, terutama bagi kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diimbau menerapkan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan DBD, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mengubur atau mengelola barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain menjaga kesehatan fisik, masyarakat perlu memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dengan memperoleh istirahat yang cukup, menjaga pola tidur, serta mengelola stres dengan baik.
RSUD Daya Kota Makassar mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah menghadapi perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.
Menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit, tetapi juga melalui langkah pencegahan sejak dini agar masyarakat tetap sehat dan produktif di tengah perubahan iklim.















