Vasektomi Gratis di Palopo, RSU ST Madyang Dorong Peran Ayah dalam Program KB
PALOPO – Rumah Sakit Umum (RSU) ST Madyang Palopo berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo sukses menggelar pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi secara gratis.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 3–6 Februari 2026, tersebut diikuti oleh tiga peserta (akseptor) dan berjalan lancar sesuai agenda.
Pihak RSU ST Madyang Palopo melalui dr. Wien Permana, Sp.U., M.Ked.Klin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan pelayanan kontrasepsi pria tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran para ayah untuk turut bertanggung jawab dalam program Keluarga Berencana (KB).
“Kami bersyukur kegiatan pelayanan kontrasepsi pria MOP atau vasektomi berjalan sesuai harapan. Ini menunjukkan semakin banyak ayah yang berani dan sadar mengambil peran dalam program KB,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, masih banyak pria yang ragu menjalani vasektomi karena terpengaruh mitos yang tidak benar. Padahal, prosedur MOP tergolong singkat dan aman.
“Prosedurnya hanya sekitar 15–30 menit, dilakukan tanpa pisau bedah, lukanya sangat kecil dan minim rasa nyeri,” jelasnya.
Selain itu, dr. Wien menegaskan bahwa MOP atau vasektomi memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi sebagai metode kontrasepsi permanen bagi pria. Metode ini juga aman dan tidak menimbulkan gangguan fungsi seksual.
“MOP adalah salah satu metode kontrasepsi paling efektif dan aman bagi pria, serta tidak berdampak pada performa seksual,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti program tersebut.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pria hebat yang berpartisipasi. Selamat kepada para akseptor yang telah memilih langkah cerdas demi kesejahteraan keluarga. Mari kita hapus stigma bahwa KB hanya urusan wanita. Harapan kami, semakin banyak ayah di wilayah Luwu Raya yang berpartisipasi dalam program KB pria,” ucap dr. Wien.
Sementara itu, Kepala Bidang KB DPPKB Kota Palopo, Fahri Hamka, menyatakan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah, kata dia, sangat mengapresiasi meningkatnya partisipasi pria dalam program KB.
“Dulu, akseptor KB MOP harus dirujuk ke Parepare atau Makassar. Namun sejak tahun 2025, pelayanan MOP atau vasektomi sudah bisa dilakukan langsung di Kota Palopo,” ungkap Fahri.
Ia berharap, ke depan semakin banyak pria yang tidak ragu mengikuti program KB, sehingga peran dalam perencanaan keluarga dapat dijalankan secara seimbang antara suami dan istri.














