Sawah Mengering, Masmindo Bantu Petani Luwu Hadapi Ancaman Gagal Panen
Luwu, 11 September 2026 – Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sejumlah lahan persawahan mengalami kekeringan yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi sekaligus meningkatkan risiko gagal panen bagi petani.

Kondisi tersebut mendorong PT Masmindo Dwi Area (MDA), bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pertanian dan Dinas Sosial serta FORDES MATAPPA, melakukan langkah bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang terdampak.
Penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah. Sejumlah strategi diterapkan, mulai dari pemanfaatan pompa air, penyediaan sumur bor, hingga penggunaan water truck untuk membantu penyiraman lahan pertanian.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan penyiraman dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Luwu. Secara keseluruhan, dukungan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di wilayah Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Dukungan difokuskan pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air, sehingga tanaman padi yang telah ditanam tetap mendapatkan suplai air selama musim kemarau.
Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons bersama terhadap kondisi yang dihadapi para petani.
“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujar Mustafa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, SP, M.Si, mengatakan musim kemarau yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir telah memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas pertanian di Kabupaten Luwu.
“Persawahan di Kabupaten Luwu selama musim kemarau atau sekitar satu bulan terakhir ini memang berdampak besar terhadap petani, baik sawah irigasi terlebih untuk sawah tadah hujan,” ujar Islamuddin.
Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam membantu petani menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
“Kami dari Dinas Pertanian mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area. Sejumlah strategi dilakukan Masmindo untuk membantu petani menghadapi musim kemarau, salah satunya dengan melakukan penyiraman sawah,” katanya.
Salah seorang petani asal Desa Senga Selatan, Adi, mengatakan kekeringan yang berlangsung sekitar satu bulan telah memengaruhi pertumbuhan tanaman padi di sawahnya.
“Sudah satu bulan ini sawah kering, padi kerdil. Kami berterima kasih karena petani masih diberi perhatian dengan adanya penyiraman ini. Setidaknya masih ada harapan kami untuk panen,” ujar Adi.
Kolaborasi antara MDA, Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA diharapkan dapat membantu petani melewati periode kemarau sekaligus menjaga tanaman padi yang telah ditanam hingga memasuki masa panen.
Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di lapangan, sehingga dukungan pasokan air dapat diarahkan ke lahan pertanian yang paling membutuhkan.















