Gelar Maulid, SMPN 36 Makassar Siswa Diajak Teladani Rasulullah Muhammad SAW
MAKASSAR, – SMPN 36 Makassar menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilingkungan sekolah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang diikuti para siswa, guru dan tenaga kependidikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik.
Kepala UPT SPF SMPN 36 Makassar, Abdul Munir, mengatakan peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah SAW dan mengambil pelajaran dari kehidupan beliau.
“Keteladanan Rasulullah SAW sangat penting bagi anak-anak kita. Beliau merupakan contoh pribadi yang baik, jujur, santun, penyayang dan selalu menghargai sesama,” ujar Abdul Munir.
Dalam peringatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan Dr. Wajedy Mahruf, dosen UIM Makassar, sebagai penceramah.
Dalam ceramahnya, Dr. Wajedy Mahruf mengangkat tema keteladanan Rasulullah SAW sebagai pribadi yang baik. Ia mengajak para siswa untuk tidak hanya mengenal Rasulullah melalui sejarah, tetapi juga berusaha menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang memberikan contoh nyata tentang bagaimana menjadi pribadi yang baik dalam berhubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
Para siswa diajak meneladani sikap Rasulullah SAW, antara lain kejujuran, kesabaran, kasih sayang, rendah hati, menghormati orang lain serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pesan tersebut dinilai sangat relevan bagi dunia pendidikan karena pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Peringatan Maulid kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, sementara para guru turut mendampingi dan memberikan contoh dalam membangun suasana religius di lingkungan sekolah.
Abdul Munir berharap pesan yang disampaikan dalam ceramah tersebut dapat membekas dan diterapkan para siswa, terutama dalam menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan serta membiasakan diri berbuat baik kepada sesama.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya mendengar ceramah hari ini, tetapi benar-benar mengambil hikmah dan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai contoh dalam kehidupan mereka,” tutup Abdul Munir.















