Gala Dinner FABN VII, Dispar Makassar Perkuat Dukungan Pelestarian Budaya Nusantara
MAKASSAR, 4MENIT.COM – Dinas Pariwisata Kota Makassar menghadiri Gala Dinner Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) VII yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Majelis Adat Budaya Nusantara (MATRA) serta Festival Putri Keraton Nusantara II, Minggu (27/9/2026).

Gala dinner yang berlangsung di Saoraja Pantai Indah Bosowa tersebut mempertemukan tokoh adat dan bangsawan dari berbagai daerah di Nusantara.
Kehadiran Pemerintah Kota Makassar menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya sekaligus memperkuat jejaring kebudayaan sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata.
Mewakili Wali Kota Makassar, Staf Ahli Wali Kota Akhmad Namsu menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh adat dan bangsawan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar memberikan perhatian terhadap keberadaan tokoh adat sebagai bagian dari kekayaan bangsa sekaligus kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
“Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Bapak Munafri Arifuddin, sangat menghargai bagaimana intensitas dan keberadaan tokoh adat sebagai bagian benih kekayaan bangsa, kekayaan Makassar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Namsu juga menyampaikan selamat datang kepada para tokoh adat dan bangsawan yang hadir di Kota Makassar.
Menurutnya, Makassar merupakan kota dengan dinamika masyarakat yang beragam, namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan adat dalam kehidupan masyarakat.
“Selamat datang di Kota Makassar. Inilah Makassar sebagai kota yang sangat menghargai budaya dan adat. Makassar akan selalu ramah menyambut tamunya, apalagi malam ini tamu yang sangat terhormat,” tuturnya.
Bagi Dinas Pariwisata Kota Makassar, Gala Dinner FABN VII menjadi salah satu ruang penting dalam mempertemukan berbagai identitas dan kekayaan adat Nusantara.
Kegiatan seperti ini juga dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat posisi Makassar sebagai kota yang terbuka terhadap kegiatan budaya sekaligus menjadi ruang interaksi antardaerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, komunitas budaya, dan pelaku pariwisata, berbagai agenda kebudayaan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata serta ekonomi kreatif di Kota Makassar.















