BERLIAN Literasi, Inovasi SDN Balang Baru I untuk Menumbuhkan Minat Baca dan Kepercayaan Diri Siswa
MAKASSAR – Menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah membutuhkan lebih dari sekadar menyediakan buku. Berangkat dari semangat tersebut, program BERLIAN Literasi hadir sebagai inovasi pembelajaran yang mengajak siswa membangun kebiasaan membaca, menemukan pengetahuan baru, menuliskan hasil pemahaman, hingga menceritakan kembali isi bacaan dengan percaya diri.

BERLIAN merupakan akronim dari “BERsama LIhat, baca, dan ceritakan”. Program ini mengusung tagline “Baca Bukunya, Temukan Ilmunya, Ceritakan Kembali” sebagai upaya membangun budaya literasi yang menyenangkan, aktif, dan bermakna bagi siswa.
Sebagai Kepala sekolah SDN Balang Baru I , Sasmita Dien Fratiwi Syamsu, S.Pd., M.Pd., menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan inovasi literasi yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas membaca, tetapi juga memperkuat kemampuan memahami bacaan, menulis, berkomunikasi, dan mengembangkan rasa percaya diri peserta didik.
Program BERLIAN Literasi dilaksanakan setiap hari Rabu sebelum pembelajaran dimulai, dengan durasi sekitar 10–15 menit. Melalui kegiatan singkat tetapi terarah ini, siswa dibiasakan berinteraksi dengan buku sekaligus mengolah informasi yang diperoleh dari bahan bacaan.
Pelaksanaannya dirancang melalui lima tahapan utama, yakni baca, temukan, catat, ceritakan, dan apresiasi.
Pada tahap membaca, siswa memilih buku yang tersedia di Pojok Baca BERLIAN di kelas masing-masing. Setelah membaca, siswa diajak menemukan satu hal baru yang dipelajari dari buku tersebut.
Selanjutnya, siswa mencatat hasil bacaannya melalui Kartu BERLIAN Literasi. Kartu ini memuat judul buku, nama siswa, hal baru yang dipelajari, serta kata baru yang ditemukan selama membaca.
Tahap berikutnya adalah menceritakan kembali. Secara bergiliran, beberapa siswa diberi kesempatan menyampaikan isi atau pengalaman menarik dari buku yang dibaca dalam waktu sekitar satu menit.
Kegiatan ini menjadi ruang latihan bagi siswa untuk menyampaikan gagasan dengan bahasa sendiri, melatih daya ingat, memahami isi bacaan, sekaligus membangun keberanian berbicara di depan teman-temannya.
Pojok Baca dan Apresiasi Bintang Literasi
Untuk mendukung keberlanjutan program, setiap kelas memiliki Pojok Baca BERLIAN yang ditata menarik dan dikelola bersama oleh guru serta siswa. Kehadiran pojok baca diharapkan membuat buku lebih mudah dijangkau dan menghadirkan suasana belajar yang mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca.
Program ini juga dilengkapi dengan penghargaan Bintang Literasi yang diberikan setiap bulan kepada siswa yang aktif membaca dan mampu menceritakan kembali bacaannya.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk motivasi agar siswa semakin bersemangat menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan ketika mendapat tugas dari guru.
Keunikan BERLIAN Literasi terletak pada rangkaian aktivitas yang saling terhubung. Siswa tidak berhenti pada membaca, tetapi melanjutkannya dengan menemukan informasi, mencatat pengetahuan baru, menyampaikan kembali isi bacaan, dan memperoleh apresiasi atas keterlibatannya.
Dengan pendekatan ini, literasi dikembangkan secara lebih menyeluruh karena melibatkan kemampuan membaca, memahami informasi, menulis, berbicara, serta membangun kepercayaan diri.
Dokumentasi sebagai Portofolio Literasi
Sebagai bagian dari evaluasi dan dokumentasi kegiatan, wali kelas mengumpulkan bukti pelaksanaan program setiap hari Rabu. Dokumentasi tersebut berupa satu hingga dua foto kegiatan membaca, foto Kartu BERLIAN Literasi, serta video singkat siswa ketika menceritakan kembali buku yang dibacanya.
Seluruh dokumentasi dapat dihimpun menjadi portofolio program literasi sekolah. Selain menjadi rekam jejak pelaksanaan kegiatan, portofolio ini dapat dimanfaatkan untuk memantau keterlibatan siswa dan mendukung evaluasi pengembangan budaya literasi secara berkala.
Melalui BERLIAN Literasi, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman membaca yang lebih hidup, dekat dengan keseharian siswa, dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai kemampuannya.
Inovasi ini membawa pesan sederhana bahwa membaca bukan hanya tentang menyelesaikan halaman demi halaman buku, melainkan tentang menemukan pengetahuan, mengolah pemahaman, dan membagikan cerita kepada orang lain.
Dengan semangat “Baca, Temukan, Catat, Ceritakan!”, BERLIAN Literasi diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun generasi yang gemar membaca, mampu berpikir, terampil berkomunikasi, dan percaya diri menyampaikan gagasan.














