Ia juga mengajak masyarakat membangun pola hidup sehat dari lingkungan keluarga.
“Pemerintah memiliki program dan kebijakan, tetapi keberhasilannya sangat membutuhkan partisipasi masyarakat. Pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian menjadi kebiasaan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dr. Nursaidah Sirajuddin, membawakan materi mengenai GERMAS.
Ia menjelaskan, GERMAS diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mengurangi perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.
“GERMAS adalah gerakan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Gerakan ini mengajak kita menjadikan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari,” jelas Nursaidah.
Menurutnya, penerapan GERMAS dapat dilakukan melalui sejumlah langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya rutin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan jamban yang layak.
“Pola hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti rutin bergerak, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, melakukan cek kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan jamban yang layak,” tuturnya.
Selain kesehatan fisik, kegiatan tersebut juga membahas kesehatan mental yang disampaikan Dr. Akhmad Edwin Indra Pratama, SP, BS.
Akhmad menjelaskan, kesehatan mental merupakan bagian dari kesehatan secara menyeluruh. Kondisi tersebut berkaitan dengan kemampuan seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan, menjalankan aktivitas sehari-hari, membangun hubungan dengan orang lain, serta menemukan makna dalam kehidupan.
“Kesehatan mental mencakup kemampuan seseorang untuk mengelola emosi, menghadapi tekanan, berfungsi dalam kehidupan sehari-hari, membangun hubungan, dan menemukan makna. Karena itu, kesehatan mental perlu menjadi perhatian bersama, sebagaimana kita memperhatikan kesehatan fisik,” ungkap Akhmad.
Ia menambahkan, pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental perlu terus diperkuat agar setiap orang mampu mengenali kondisi dirinya maupun orang-orang di sekitarnya.
“Membangun kesehatan mental membutuhkan lingkungan yang mendukung, komunikasi yang baik, dan kepedulian terhadap kondisi diri maupun orang lain,” katanya.
Kegiatan yang dipandu moderator Ratno Nur Suryadi, S.Pd., M.Pd. tersebut berlangsung secara dialogis. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan mengenai penerapan GERMAS di lingkungan keluarga dan masyarakat serta cara menjaga kesehatan mental ketika menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, kebersihan lingkungan, pencegahan perilaku berisiko, serta perhatian terhadap kesehatan mental.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung program kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Makassar.