Banner Promo

Pemkab Luwu Utara Optimalkan Penyaluran Bantuan bagi Korban Banjir Meski Hadapi Kendala Akses

LUWU UTARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara melalui Tim Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) terus bergerak menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Pada Jumat (19/6/2026), bantuan logistik dan kebutuhan kesehatan disalurkan kepada masyarakat di Desa Lawewe sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam penanganan pascabencana.

RS Daya MKSR

Penyaluran bantuan dilakukan secara terpadu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara.

Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara, Agunawan, mengatakan pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, dan ibu menyusui.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko TDB, sekitar 160 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Desa Lawewe menerima bantuan berupa 800 kilogram beras dan 1.600 bungkus mi instan. Setiap keluarga mendapatkan paket bantuan berisi 5 kilogram beras dan 10 bungkus mi instan.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan tambahan, di antaranya 20 paket kidsware, 20 dus lauk pauk siap saji yang berisi 200 sachet, 40 dus makanan anak, serta 20 paket sandang bayi.

Seluruh bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Lawewe dengan disaksikan aparat keamanan setempat guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Tak hanya fokus pada kebutuhan pangan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan warga terdampak. Dinas Kesehatan bersama Dinas Sosial dan BPBD menyalurkan 80 kotak makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk bayi dan balita di wilayah tersebut.

Data Posko TDB mencatat terdapat delapan bayi, enam balita, 23 lanjut usia, dan empat ibu menyusui yang menjadi kelompok prioritas dalam penanganan dampak banjir.

Secara keseluruhan, kebutuhan bantuan yang diprioritaskan mencapai 157 paket yang tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Dusun Teppo sebanyak 73 paket, Dusun Tobaki 59 paket, Dusun Galinggang 25 paket, serta tambahan bantuan untuk Dusun Lawewe dan Dusun Lampo Lempang.

Meski demikian, proses distribusi bantuan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah kondisi Jembatan Batang Kelapa di Dusun Tobaki yang tidak dapat dilalui kendaraan dengan muatan lebih dari dua ton.

“Kendala akses memang masih menjadi tantangan, namun kami terus mencari solusi agar bantuan dapat menjangkau seluruh warga terdampak, terutama kelompok rentan yang membutuhkan penanganan segera,” jelasnya.

Pemkab Luwu Utara memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak banjir serta mengoptimalkan distribusi bantuan hingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.***

Dispora MKSR

Pemkot Palopo

Pemkab Luwu

Pemkab Lutra

DPRD Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *