Di Depan Ketum PPP, Munafri Harap Sinergi Terus Terjalin untuk Pembangunan Kota Makassar
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, mengenang perjalanan politiknya bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah memberikan dukungan dalam dua kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar, tahun sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Partai Persatuan Pembangunan di Hotel Claro Makassar, Sabtu (20/6/2026).
Dalam sambutannya, Munafri secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya memiliki ikatan emosional dan politik yang kuat dengan PPP. Bahkan ia menyebut dirinya “berutang” kepada partai tersebut.
Menurut Ketua DPD II Golkar Makassar itu, PPP merupakan salah satu partai pertama yang memberikan dukungan politik kepadanya saat maju dalam Pilwali Makassar 2018 dan kembali memberikan dukungan pada kontestasi berikutnya yakni tahun 2020.
“Saya ingin memulai sambutan ini dengan satu kalimat, bahwa saya berutang kepada PPP,” jelas Appi.
“Dua kali saya ikut kontestasi, dua kali didukung PPP, dan dua-duanya belum beruntung. Setelah tidak didukung, saya justru menang,” sambung Munafri disambut tawa hadirin.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan tersebut menjadi simbol kedekatan hubungan politik yang telah terbangun selama bertahun-tahun antara Appi dan PPP.
Bahkan Appi menyampaikan harapannya agar pada pemilu mendatang dapat kembali membangun kerja sama politik dengan PPP dan meraih kemenangan secara bersama-sama.
“Karena itu izinkan pada pemilu yang akan datang kita bisa bersama lagi dan menang bersama-sama. Akad kebersamaan itu sudah kita bangun dari hari ini,” imbuh orang nomor satu Kota Makassar.
Pada kesmepatan ini, Appi kemudian mengulas perjalanan politiknya pada Pilwali Makassar 2018. Saat itu, PPP menjadi salah satu partai pertama yang memberikan dukungan kepada dirinya.
Namun hasil Pilwali 2018 menjadi catatan tersendiri dalam sejarah politik Indonesia. Pasangan yang didukung mayoritas partai politik itu harus menerima kekalahan dari kolom kosong.
“Partai pertama yang mendukung saya tahun 2018 adalah PPP, akhirnya semua partai menjadi satu. Lawannya kotak kosong dan kami kalah,” kenangnya.
Setelah kekalahan pada 2018, Appi kembali maju pada Pilwali Makassar 2020. Dalam kontestasi tersebut, PPP kembali menjadi bagian dari koalisi yang mendukung pencalonannya.
Menurutnya, saat itu dirinya terus berkomunikasi dengan jajaran PPP untuk memastikan dukungan politik tetap diberikan kepadanya.
“Tahun 2020 saya bersama PPP lagi, kami bertarung lagi bersama, tetapi kembali kalah,” ujarnya.
Meski kembali mengalami kekalahan, Appi menilai pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya konsistensi dalam perjuangan politik.
Baginya, esensi politik bukan semata-mata menang atau kalah, melainkan keberanian untuk terus melanjutkan perjuangan hingga mencapai tujuan.
Sehingga pada Pilwali 2024, situasi politik berubah. PPP memilih mengusung kandidat lain sehingga Appi tidak lagi memperoleh dukungan dari partai tersebut.
Meski demikian, hubungan personal dan komunikasi politik antara dirinya dan PPP tetap terjaga dengan baik.
Appi mengaku mengambil pelajaran penting dari situasi tersebut, yakni bahwa tidak semua keinginan politik dapat terwujud sesuai harapan dan waktu yang diinginkan.
“Saya belajar bahwa tidak semua yang kita inginkan bisa langsung terwujud. Ada proses yang harus dilalui,” katanya.
Pada akhirnya, Pilwali 2024 menjadi momentum kemenangan bagi Appi setelah tiga kali mengikuti kontestasi dalam rentang enam tahun.
Tiga kali ikut kontestasi dalam enam tahun, kata dia, mungkin ini salah satu yang paling unik di Indonesia.
“Tapi, Alhamdulillah pada tahun 2024 kami berhasil memenangkan pemilihan Wali Kota dan wakil wali kota Makassar. Tiga kali ikut kontestasi dalam enam tahun, mungkin ini salah satu yang paling unik di Indonesia,” ujarnya.
Di hadapan jajaran pengurus PPP Sulsel dan petinggi DPP PPP, Appi juga menyampaikan apresiasinya kepada Fraksi PPP DPRD Makassar yang selama ini mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Makassar.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan Fraksi PPP telah berkontribusi terhadap percepatan sejumlah program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Makassar.
“Terima kasih kepada teman-teman Fraksi PPP DPRD Kota Makassar yang terus memberikan dukungan kepada kami dalam menjalankan proses pembangunan. Banyak program yang telah kita jalankan bersama dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Sebagai penutup, Appi berharap hubungan baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan PPP dapat terus diperkuat ke depan.
Dia juga mengajak seluruh kader PPP untuk terus bersinergi dalam mendukung pembangunan Kota Makassar demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kerja sama dengan seluruh kader PPP dan Fraksi PPP dapat semakin baik ke depan, sehingga bersama-sama kita bisa membawa Makassar menjadi kota yang lebih maju dan lebih baik,” harapnya.
Munafri juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum PPP sekaligus apresiasi atas terselenggaranya pelantikan kepengurusan baru PPP Sulawesi Selatan.
Ia berharap momentum tersebut menjadi titik awal kebangkitan PPP, termasuk upaya partai berlambang Ka’bah itu untuk kembali memperoleh kursi di DPR RI pada Pemilu mendatang.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum PPP di Kota Makassar. Semoga Kota Makassar menjadi bagian dari semangat perubahan dan perjuangan PPP untuk kembali masuk ke DPR RI di 2029,” ucap Appi.
Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Wilayah PPP Sulawesi Selatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Muhammad Mardiono beserta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Hadir pula para pengurus dan kader PPP dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang memadati lokasi acara sebagai bentuk konsolidasi dan penguatan struktur partai menjelang agenda politik nasional mendatang. (*)















