Jelang Pemilihan RT/RW Kota Makassar, Laskar Biru Kirim Pesan Keras: Jangan Halangi Kemenangan Kanvaser ; Jika Tidak Siap, Jangan Bermain di Wilayah Politik
Makassar, 4Menit.Com — Menjelang pemilihan RT/RW dan LPM serentak Kota Makassar pada 2 Desember mendatang, tensi politik di tingkat lingkungan mulai memanas. Di tengah situasi tersebut, Ketua Laskar Biru, Nur Alam Rewa, mengeluarkan pernyataan tegas yang menjadi sinyal keras kepada seluruh pihak.
Nur Alam menegaskan bahwa Laskar Biru tidak tinggal diam dan memiliki sikap politik jelas: kemenangan harus berpihak kepada Kanvaser, yang selama ini menjadi garda pendukung utama Walikota Munafri Arifuddin pada Pilkada lalu.
“Jangan ada yang menghalangi. Kanvaser bekerja keras memenangkan walikota, dan hari ini momentum itu harus dibayar dengan kemenangan penuh di tingkat RT/RW. Kalau ada pihak yang mencoba membendung gelombang ini, artinya mereka siap berhadapan secara politik,” tegas Nur Alam, Minggu (23/11/2025)
Ia menyatakan bahwa pemilihan RT/RW kali ini bukan sekadar seremonial seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan penataan struktur kekuatan yang akan menentukan kecepatan pelayanan publik di Kota Makassar.
“Kalau ada calon yang tidak mendukung walikota, tapi ingin memimpin lingkungan, lalu nanti menuntut bantuan ke pemerintah kota, itu kontradiktif. Dan jangan salahkan siapa pun kalau aspirasi warga terhambat karena keputusan politik yang salah,” tandasnya.
Nur Alam juga mengingatkan bahwa demokrasi tanpa arah politik yang jelas hanya akan memunculkan kegaduhan di bawah.
“Kalau siap masuk gelanggang politik, maka harus siap menerima konsekuensi politik. Jangan setelah kalah membuat provokasi, menyebarkan fitnah, atau memecah belah warga. Kami akan berada paling depan jika ada yang mencoba mengacaukan stabilitas suara Kanvaser,” ujarnya penuh penegasan.
Menurutnya, dukungan terhadap Kanvaser bukan sekadar pilihan, tetapi strategi untuk memastikan masyarakat memiliki akses langsung ke kebijakan walikota.
“Kemenangan Kanvaser adalah kemenangan warga. Kita tidak mau lingkungan dipimpin orang yang anti terhadap pemerintah. RT/RW adalah pintu pelayanan, bukan panggung sandiwara pribadi,” tutupnya.














