Bertekad Tuntaskan Masalah Klasik Sekolah, Kepsek UPT SPF Galangan Kapal II Prioritaskan Pembenahan Sanitasi dan Kebersihan Sekolah
MAKASSAR – Upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga perlu didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang layak. Hal tersebut menjadi perhatian UPT SPF SDN Galangan Kapal II yang mulai memprogramkan pembenahan infrastruktur dan sanitasi sekolah.

Kepala UPT SPF SDN Galangan Kapal II, Zainal Abidin, mengatakan pembenahan sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah menjadi salah satu program yang ia prioritaskan sejak dirinya dipercaya memimpin sekolah tersebut.
Hal itu diwujudkan dengan mengimplementasikan kegiatan sabtu bersih sebagai program wajib bagi seluruh aparatur sekolah, selain itu sosialisasi di internal sekolah terus dilakukan demi menjaga keberlanjutan program prioritas.
Menurutnya, fasilitas penunjang seperti toilet yang bersih dan layak merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, sehat, serta mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
“Sanitasi merupakan salah satu kebutuhan yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, sejak awal saya menjabat, Pembenahan toilet menjadi salah satu program yang kami prioritaskan,” ujar Zainal.
Meski begitu ia tidak menampik bahwa persoalan yang ia hadapi saat ini adalah penyesuaian anggaran yang telah di rancang sebelumnya mengingat bahwa dirinya dilantik setelah Arkas sudah diajukan dan ditetapkan.
Selain pembenahan toilet, pihak sekolah juga menargetkan penyediaan tempat sampah yang memadai di lingkungan sekolah. Menurut Zainal, kebersihan merupakan salah satu cerminan dari pengelolaan sebuah sekolah.
Ia menilai lingkungan sekolah yang bersih dan tertata akan memberikan rasa nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini.
“Sekolah yang bersih tentu akan memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru. Kebersihan juga menjadi bagian dari pendidikan karakter karena anak-anak dibiasakan menjaga lingkungan sejak berada di sekolah,” jelasnya.
Zainal mengakui, program pembenahan tersebut belum dapat direalisasikan secara keseluruhan. Pasalnya, sejumlah program yang saat ini berjalan masih merupakan bagian dari program yang telah dirancang oleh kepala sekolah sebelumnya.
Meski demikian, ia tetap optimistis pembenahan sarana sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah dapat direalisasikan secara bertahap dan secepat mungkin.
“Program ini akan kami lanjutkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah. Harapannya, seluruh fasilitas pendukung dapat semakin baik sehingga mampu menunjang peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya.















