Pemkab Lutra

SMPN 2 Makassar Hadirkan CANGKE, Inovasi Belajar Lewat Permainan Tradisional Bugis-Makassar

MAKASSAR — UPT SPF SMPN 2 Makassar menghadirkan inovasi pembelajaran CANGKE (Cerdas Aktif Nalar Game Kearifan Etnis), sebuah pendekatan pembelajaran integratif yang mengangkat permainan tradisional Maccukke sebagai media untuk mengasah nalar, literasi, sekaligus kecakapan digital peserta didik.

RS Daya MKSR

Mengusung tagline “Bermain Budaya, Mengasah Nalar, Menguatkan Literasi”, inovasi CANGKE dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual dengan memadukan kearifan lokal Bugis-Makassar dengan penguatan kemampuan baca-tulis dasar serta literasi digital.

Permainan Maccukke yang dikenal sebagai salah satu permainan tradisional masyarakat Bugis-Makassar memanfaatkan media kayu dan mengandalkan ketangkasan, konsentrasi, strategi, serta koordinasi gerak. Unsur-unsur tersebut kemudian dikembangkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga kemampuan berpikir dan bernalar.

Melalui CANGKE, peserta didik didorong untuk belajar melalui pengalaman multisensori. Mereka tidak sekadar bermain, tetapi juga diajak mengamati, memahami aturan, menyusun strategi, memecahkan persoalan, berkomunikasi, hingga menghubungkan pengalaman bermain dengan aktivitas literasi.

Pendekatan tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Kearifan lokal tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari budaya, tetapi dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Kepala UPT SPF SMPN 2 Makassar, Dr. Satwika Trianti Ngandoh, S.Psi.,M.Pd, memberikan dukungan terhadap pengembangan CANGKE sebagai bagian dari upaya sekolah menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, sekaligus tetap memiliki nilai edukatif.

Menurutnya, pemanfaatan permainan tradisional dalam pembelajaran merupakan salah satu cara untuk menjaga agar budaya lokal tetap dikenal oleh generasi muda, sekaligus menjadikannya relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

CANGKE juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi. Pengalaman bermain dan belajar secara langsung dipadukan dengan penguatan literasi digital sehingga siswa tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga mampu mengembangkan kecakapan bernalar di tengah lingkungan digital.

Inovasi ini menjadi upaya UPT SPF SMPN 2 Makassar menghadirkan pembelajaran yang tidak terpaku pada pola konvensional. Melalui permainan tradisional, budaya lokal dihidupkan kembali di ruang belajar, sementara kemampuan literasi, nalar kritis, ketangkasan fisik, dan kecakapan digital dikembangkan secara terpadu.

Dengan CANGKE, belajar tidak lagi sekadar berlangsung di dalam kelas. Permainan budaya menjadi pintu masuk untuk membangun pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan relevan bagi peserta didik.

Bapenda

Dispora MKSR

Dispora MKSR

Pemkot Palopo

Pemkab Luwu

Pemkab Lutra

DPRD Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *