SMPN 40 Makassar Kompak Gelar Kerja Bakti, Ajarkan Budaya Hidup Bersih dan Gotong Royong
MAKASSAR, — Menjaga kebersihan sekolah tidak cukup hanya dengan memasang imbauan di dinding. Kebiasaan itu harus dibangun melalui tindakan nyata. Hal tersebut yang terus ditanamkan UPTD SPF SMPN 40 Makassar melalui kegiatan kerja bakti bersama.

Kegiatan kerja bakti menjadi ruang bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan untuk turun langsung membersihkan serta menata lingkungan sekolah. Bagi para siswa, aktivitas tersebut bukan sekadar membersihkan halaman, tetapi menjadi pembelajaran sederhana tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan semangat gotong royong, warga sekolah membersihkan sejumlah bagian lingkungan yang membutuhkan perhatian. Sampah dan berbagai kotoran yang ditemukan dikumpulkan dan ditangani agar lingkungan sekolah kembali terlihat rapi dan nyaman.
Kepala UPTD SPF SMPN 40 Makassar, Nurhadiawati, S.Pd., M.Pd., mendorong agar budaya menjaga kebersihan tidak berhenti ketika kegiatan kerja bakti selesai.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih akan memberikan rasa nyaman bagi siswa dan guru dalam menjalankan aktivitas pendidikan. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan perlu dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab kita bersama. Anak-anak perlu dibiasakan peduli terhadap lingkungan sejak dini,” menjadi semangat yang terus dikedepankan dalam kegiatan tersebut.
Bagi siswa, keterlibatan langsung dalam kerja bakti memberikan pengalaman bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan sekolah. Setiap warga sekolah memiliki peran untuk memastikan lingkungan tempat mereka belajar tetap terawat.
Nilai penting lainnya adalah tumbuhnya rasa memiliki terhadap sekolah. Ketika siswa ikut membersihkan dan menata lingkungan, mereka tidak hanya melihat sekolah sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang bersama yang harus dijaga.
Kerja bakti juga memperlihatkan sisi lain dari pendidikan. Di tengah rutinitas pembelajaran di dalam kelas, siswa mendapatkan kesempatan belajar melalui praktik langsung tentang disiplin, kerja sama, kepedulian dan gotong royong.
Sekolah yang bersih dan sehat pada akhirnya bukan hanya soal tampilan. Lingkungan yang tertata dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi siswa untuk belajar, berinteraksi dan mengembangkan potensi mereka.
Karena itu, SMPN 40 Makassar terus mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter warga sekolah. Kebersihan diharapkan tidak muncul karena perintah, tetapi lahir dari kesadaran masing-masing.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga mampu membentuk siswa yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki karakter gotong royong.
Melalui kerja bakti yang dilakukan bersama, pesan yang ingin dibangun cukup sederhana: sekolah yang bersih dimulai dari kepedulian setiap orang yang berada di dalamnya.(hkl)















